Senin, 21 Februari 2011

World Cup protected for free-to-air TV

World Cup protected for free-to-air TV

World Cup trophy
© Rex Features
The European General Court (ECG) has today ruled that British football fans should continue to watch major events such as the World Cup on free-to-air television.

The World Cup and European Championships are both on a UK government list of free-to-watch events designated to have national sporting significance.

However, FIFA and UEFA challenged the government's right to protect the tournaments, arguing that the arrangement interferes with their ability to sell TV rights for the optimum price.

In its ruling, the EGC said that a European Union member should be able to prevent the World Cup and European Championship from being exclusively aired on pay-TV.

The court also said that both tournaments should be offered as "single events" rather than divided into 'prime' and 'non-prime' matches, meaning FIFA and UEFA cannot offer pay-TV broadcasters exclusive access to opening round games.

The EGC said: "The court holds that the [European] Commission did not err in finding that the United Kingdom's categorisation of all World Cup and Euro matches... as 'events of major importance' for their societies are compatible with European Union law. Consequently, FIFA's and UEFA's actions are dismissed."

FIFA and UEFA now have two months to launch an appeal against the verdict, but only on specific points of law.

Speaking to BBC News, a spokesman for the UK Department of Culture, Media and Sport said: "We welcome the decision from the EU and continue to support the principle of protecting sports events for free-to-air coverage."

Emma McClarkin MEP, Conservative sports spokesman in the European Parliament, added: "We need to ensure that the crown jewels of our national sports are accessible to everyone. I hope that FIFA and UEFA will not appeal [against] this ruling."

The verdict comes at a pivotal time for the way sports rights are sold across Europe, after the European Court of Justice recently sided with a British landlady in a dispute over showing live Premier League football in pubs.

BOn Jovi

Bon Jovi guitarist 'wan

Richie Sambora at the opening night of the Broadway musical 'Memphis' at the Shubert Theatre, New York City
© WENN
Bon Jovi guitarist Richie Sambora has revealed that he is currently searching for a new relationship, as well as admitting to a desire to extend his family.

"I'm on a search for my future ex-wife," Sambora told People, during the afterparty for his fashion line White Trash Beautiful.

The guitarist quickly clarified his comments, insisting that he was actually looking to settle down and have more children.

"I'm just looking for the right person to have more children [with]," Sambora explained. "There's nothing like a love for your children. I love being a papa, and that's the truth."

Sambora, who has a 13-year-old daughter named Ava, was married to Heather Locklear for 11 years before the couple divorced in 2007.

Bon Jovi are currently on the North American leg of their extensive 'Circle Tour', which was recently declared the highest-grossing concert tour of 2010.

Senin, 14 Februari 2011

Mawar Pilihan Kado Sederhana Valentine Tapi Kuat Makna

Tribunnews.com - Senin, 14 Februari 2011 03:55 WIB
Share on Facebook Share on Twitter  Print Berita Ini   +  
Mawar Pilihan Kado Sederhana Valentine Tapi Kuat Makna
Ist
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM - Apa sih kado yang menarik untuk diberikan kepada orang yang disayangi pada Valentine’s Day? Coklat, bunga, atau puisi? Situs www.squidoo.com memuat sepuluh rekomendasi kado yang layak Anda berikan kepada orang terdekat pada Valentine’s Day.

Pertama adalah pin (bros) yang bertuliskan nama Anda dan pasangan. Pin berbentuk bulat dengan kreasi warna menarik, antara lain merah, putih, biru, dan pink, akan membuat orang yang Anda kasihi tersenyum simpul dan tidak melupakan momen Valentine’s Day tahun ini.

Kedua, bunga mawar asli. Beberapa tangkai bunga mawar asli, yang dirangkai jadi satu menggunakan pita warna merah atau pink, pantas diberikan kepada ibu, ayah, saudara, atau kekasih Anda. Kado ini sederhana, namun memiliki makna kuat.

Ketiga adalah cincin bertahtakan berlian. Namun, www.squidoo.com hanya merekomendasikan kado ini kepada mereka yang memiliki uang lebih atau kaya. Bayangkan, harganya saja mencapai puluhan juta rupiah!

Keempat, beberapa bunga mawar beserta batangnya. Bagi orang Asia, kado ini terkesan konyol. Namun, di Ekuador, Amerika Selatan, kado setinggi lima hingga enam kaki ini menjadi pemberian paling banyak dipilih pada Valentine’s Day.

Kelima adalah kotak musik berbentuk hati. Kado ini adalah pemberian yang pantas untuk anak, keponakan, atau adik Anda. Alunan musik saat kotak tersebut dibuka membuat mereka merasakan kasih yang selama ini telah Anda berikan.

Keenam, boneka Barbie. Meski merupakan mainan kuno, boneka Barbie masih menjadi kado favorit anak-anak, utamanya perempuan, saat Valentine’s Day. Di Amerika dan negara Eropa lain, boneka Barbie menjadi kado pilihan Valentine’s Day.

Ketujuh adalah kalung hati. Untaian kalung emas dengan bandul berbentuk hati membuat ibu, istri, atau kekasih Anda sangat memaknai Valentine’s Day tahun ini.

Kedelapan, kaus bertuliskan “Selamat Hari Valentine” dihiasi gambar hati berwarna merah atau pink. Anda bisa memberikan kaus ini kepada kekasih, saudara, atau teman. Untuk warna dasar, tergantung selera.

Kesembilan adalah parfum atau minyak wangi. Kado ini bisa diberikan kepada siapa saja. Aroma tergantung selera orang yang akan Anda beri. Kalau belum mengenal jenis parfum yang disukai orang yang akan diberi, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu kepada orang terdekat dia.

Terakhir, boneka berbentuk hati. Kado ini sangat disukai remaja, apalagi jika warnanya merah atau pink. Hampir seluruh remaja di dunia memilih boneka berbentuk hati dan cokelat sebagai kado valentine.

Mawar Pilihan Kado Sederhana Valentine Tapi Kuat Makna

Tribunnews.com - Senin, 14 Februari 2011 03:55 WIB
Share on Facebook Share on Twitter  Print Berita Ini   +  
Mawar Pilihan Kado Sederhana Valentine Tapi Kuat Makna
Ist
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM - Apa sih kado yang menarik untuk diberikan kepada orang yang disayangi pada Valentine’s Day? Coklat, bunga, atau puisi? Situs www.squidoo.com memuat sepuluh rekomendasi kado yang layak Anda berikan kepada orang terdekat pada Valentine’s Day.

Pertama adalah pin (bros) yang bertuliskan nama Anda dan pasangan. Pin berbentuk bulat dengan kreasi warna menarik, antara lain merah, putih, biru, dan pink, akan membuat orang yang Anda kasihi tersenyum simpul dan tidak melupakan momen Valentine’s Day tahun ini.

Kedua, bunga mawar asli. Beberapa tangkai bunga mawar asli, yang dirangkai jadi satu menggunakan pita warna merah atau pink, pantas diberikan kepada ibu, ayah, saudara, atau kekasih Anda. Kado ini sederhana, namun memiliki makna kuat.

Ketiga adalah cincin bertahtakan berlian. Namun, www.squidoo.com hanya merekomendasikan kado ini kepada mereka yang memiliki uang lebih atau kaya. Bayangkan, harganya saja mencapai puluhan juta rupiah!

Keempat, beberapa bunga mawar beserta batangnya. Bagi orang Asia, kado ini terkesan konyol. Namun, di Ekuador, Amerika Selatan, kado setinggi lima hingga enam kaki ini menjadi pemberian paling banyak dipilih pada Valentine’s Day.

Kelima adalah kotak musik berbentuk hati. Kado ini adalah pemberian yang pantas untuk anak, keponakan, atau adik Anda. Alunan musik saat kotak tersebut dibuka membuat mereka merasakan kasih yang selama ini telah Anda berikan.

Keenam, boneka Barbie. Meski merupakan mainan kuno, boneka Barbie masih menjadi kado favorit anak-anak, utamanya perempuan, saat Valentine’s Day. Di Amerika dan negara Eropa lain, boneka Barbie menjadi kado pilihan Valentine’s Day.

Ketujuh adalah kalung hati. Untaian kalung emas dengan bandul berbentuk hati membuat ibu, istri, atau kekasih Anda sangat memaknai Valentine’s Day tahun ini.

Kedelapan, kaus bertuliskan “Selamat Hari Valentine” dihiasi gambar hati berwarna merah atau pink. Anda bisa memberikan kaus ini kepada kekasih, saudara, atau teman. Untuk warna dasar, tergantung selera.

Kesembilan adalah parfum atau minyak wangi. Kado ini bisa diberikan kepada siapa saja. Aroma tergantung selera orang yang akan Anda beri. Kalau belum mengenal jenis parfum yang disukai orang yang akan diberi, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu kepada orang terdekat dia.

Terakhir, boneka berbentuk hati. Kado ini sangat disukai remaja, apalagi jika warnanya merah atau pink. Hampir seluruh remaja di dunia memilih boneka berbentuk hati dan cokelat sebagai kado valentine.
Valentine Hari Kasih Sayang Ala Barat       PDF       Cetak       Email Oleh : Yos Arnold Tarigan, SH  Proses globalisasi berhasil menyihir bulan Februari, Valentine’s Day yang merupakan hari kasih sayang ala barat berhasil kita adopsi dari budaya ‘asing’.  Pada bulan Februari perubahan tampak terasa sangat mencolok di berbagai pusat perbelanjaan, warna pink dan merah mewarnai setiap sudut pusat perbelanjaan tersebut dan setiap stasiun televisi pun ikut-ikutan menayangkan iklan berbagai produk yang mengusung tema Valentine.  Tema yang diusung pada tanggal 14 Februari tesebut adalah tentang kasih sayang, dimana hari tersebut bagi sebahagian kalangan terasa sangat berarti, baik setiap muda-mudi ataupun yang sudah tua, kasih sayang merupakan inti dari adanya perayaan valentine tersebut. Penyaluran kasih sayang antara dua insan merupakan iming-iming yang sering kali dikatakan oleh para muda-mudi yang apabila kita bertanya kepadanya.  Beragam tingkah dilakukan pada tanggal 14 Februari oleh sekelompok kecil orang untuk menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat seperti sang kekasih. Antara teman saling bertukar cindera mata atau membagi kado kasih sayang yang diekspresikan dengan bahasa cinta yang romantis, melalui kartu ucapan atau lewat SMS di ponsel, atau merayakannya secara bersama-sama sambil menikmati makan kesukaan.  Jika ditanya kepada kaum muda tentang sejarah peringatan hari Valentine maka mungkin ada sebagian kecil saja yang dapat memberikan jawaban yang tepat sedangkan sebagian besarnya tak dapat menjelaskannya sebab bagi kaum muda tidaklah penting untuk memahami secara detail tentang siapa pencetusnya, serta sejarah perkembangannya selain dari maknanya yang mereka pahami sebagai hari kasih sayang.  Barangkali Valentine dapat diekspresikan sebagai wahana penyadaran diri akan pentingnya kasih sayang sesama manusia, motivasi semacam ini ada pentingnya apalagi disaat bangsa ini sedang dilanda ketidaknyamanan dari segi ekonomi karena harga-harga kebutuhan pokok naik melambung dan nuansa saling amburadul makin nampak setelah politisi membius rakyatnya untuk memilih dalam ajang pilkada sumut yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan tepatnya pada tanggal 16 april 2008.  Lahirnya Hari Valentine di Dunia Barat  Di dunia barat hari Valentine (Valentine’s Day) yang jatuh pada 14 Februari merupakan sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.  Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir abad pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan. Valentine pada saat ini diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap.  Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan.  Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.  Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.  Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828-1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".  Valentine di Dunia Asia  Di Jepang, Hari Valentine muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor.  Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut "Hari Putih"(White Day) muncul pada 14 Maret dimana pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.  Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.  Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.  Valentine Hasil dari Globalisasi  Hari Valentine dapat kita simpulkan sebenarnya bukan merupakan budaya Indonesia ataupun Asia , tetapi merupakan budaya bangsa Roma kuno yang akhirnya diadopsi oleh bangsa-bangsa lain termasuk bangsa Indonesia setelah melewati berbagai proses panjang dan akhirnya terbentuk menjadi budaya lokal. Dengan kata lain peringatan hari Valentine di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia menjelaskan bahwa Valentine merupakan hasil dari globalisasi budaya.  Sutan Takdir Alisjahbana dalam tulisanya yang berjudul suatu filosofi untuk masa depan menuju kebudayaan yang inklusif, menyatakan bahwa globalisasi mengakibatkan berbagai kebudayaan di dunia bertemu bukan saja di kota besar, tetapi di mana-mana dengan adanya radio, televisi, surat kabar, dan media massa. Akibatnya terjadi pertemuan dan percampuran kebudayaan yang lebih besar daripada yang pernah terjadi dalam sejarah manusia sebelumnya.  Peluang Bisnis dan konsumerisme  Bagi para pebisnis bulan Februari merupakan bulan keberuntungan, karena beragam produk yang berhubungan dengan peringatan hari kasih sayang yang disebut dengan istilah Valentine’s day mengalami permintaan yang sangata besar.  Para pebisnis berusaha mengiklankan produk mereka di media cetak maupun elektronik agar produk mereka mendapat tanggapan dari para konsumen yang membudayakan hari valentine. Produk-produk tersebut seperti pakaian, alat-alat elektronik (gadget), makanan (kue, coklat), dll. Biasanya penawaran produk ini disertai dengan pemberian diskon yang besar sebagai daya tarik bagi konsumen sehingga penjualan mereka pun mengalami peningkatan yang tajam.  Secara ekonomi Kenyataan tersebut memberikan keuntungan kepada para pelaku bisnis tetapi di sisi lain masyarakat pun secara langsung sedang dibawa masuk ke dalam sebuah jerat budaya konsumerisme karena tergiur dengan berbagai iklan yang fantastik dan diskon besar dari produk-produk yang ditawarkan sekalipun apa yang ditawarkan tersebut tidak mereka perlukan tetapi karena daya tarik tersebut membuat masyarakat berusaha untuk mendapatkannya.  Sebagian slogan yang sering didengung-dengungkan saat memperingati Valentine’s day ialah "say it with flower", "say it with chocolate", semakin membuat hari Valentine berujung pada penciptaan budaya konsumerisme. Slogan ini seakan menjelaskan bahwa Valentine’s day akan semakin berarti apabila kita menyatakan kasih dan sayang kita kepada orang lain dengan bunga, coklat, atau benda-benda lainnya.  Valentine yang kita adopsi dari budaya asing melalui globalisasi terasa kurang pas jika dikembangbiakan di tanah air kita, sesungguhnya dengan melaksanakan itu semua secara tidak langsung kita telah terjangkit dengan budaya-budaya baru yang sesungguhnya bukan budaya dari bangsa kita, mungkin sebaiknya kita berbangga dengan budaya bangsa kita yang jauh sebelum bangsa eropa mengenal valentine dengan simbol kasih sayangnya kita telah cinta kedamaian, menjauhi hidup berpoya-poya yang kesemuanya diajarkan dalam adat budaya kita yang beragam dari Sabang sampai Marauke.***  Penulis adalah: Direktur Eksekutif Koalisi Transparansi Masyarakat Berpendidikan (KITAB).  
wkwkk